Selasa, 29 Mei 2012

Yesterday

Kemarin... Semua masalah - masalah itu tak terlihat satupun dekat denganku dan akan menghampiri diriku ini. Semua masalah-masalah itu terlihat jauh. Tak terlihat masalah yang akan datang padaku. ~ Yesterday, All my troubles seemed so far away ~

Namun sekarang... Mereka seolah-olah akan datang kepadaku. Datang, datang, dan akan tinggal dihidupku. Masalah yang kemarin ku lihat jauh, sekarang sudah datang kepada ku sekarang. Oh, aku percaya yang kemarin itu ~ Now it looks as though they're here to stay. Oh, I believe in yesterday ~

Tiba-tiba aku merasa sebagian diriku bukanlah yang dulu lagi. Sebagian diriku yang dulu itu hilang. Bayangan-bayangan itu menggantung diatas ku. Sungguh bukan diriku lagi. Kemarin itu datang dengan tiba-tiba tanpa ku ketahui. ~ Suddenly, I'm not half to man I used to be. There's a shadow hanging over me. Oh, yesterday came suddenly ~

Kenapa dia harus pergi? Aku tak tahu akan hal itu. Dia tak pernah mengatakannya. Sekalipun tak pernah. Aku mengatakan hal yang salah. Ooooh... Aku rindu yang kemarin itu. ~ Why she had to go I don't know she wouldn't say. I said something wrong, now I long for yesterday. ~

Kemarin. Cinta layaknya sebuah permainan yang mudah untuk dimainkan. Ternyata, sekarang tidak. Kini aku butuh tempat untuk bersembunyi dan menyendiri. Oh... Aku percaya yang kemarin itu. ~ Yesterday, love was such an easy game to play. Now I need a place to hide away. Oh, I believe in yesterday. ~

Beatles - Yesterday

Minggu, 06 Mei 2012

Teman "Bayangan"

Ley, seorang bocah yang sedang masa-masanya asik bermain bersama teman-temannya. Bermain dilapangan, bermain sepak bola atau yang lainnya. Tapi... Tidak untuk dirinya. Ley sangat jarang mendapat perhatian dari orang-orang terdekatnya, termasuk temannya sendiri. Saat dia ingin bermain, teman-temannya sedang asik berbaring diatas kasur.

Suatu hari, Ley sedang asik menonton acara kartun kesukaannya. Ya, sesuai dengan judul postingan ini, judul episode yang sedang dia tonton adalah "Teman Bayangan". Kisah yang diceritakan dikartun itupun tak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dengan Ley. Kesepian adalah kawan yang selalu dia temui. Benar-benar sangat mirip dengan kejadian yang dialain Ley.

Dikartun itu, diceritakan bahwa sang tokoh ingin sekali bermain dengan teman-temannya. Namun, apa daya teman-temannya justru menolak untuk bermain dengannya, tentu dengan berbagai alasan. Tapi, dia hanya menjawab "Oh ya tidak apa-apa". Didalam benak Ley, itulah kata-kata yang sering terlontarkan dari mulutnya saat ada teman yang menolak bermain dengannya. Saat sang tokoh kartun berjalan, dia selalu memandang ke bayangannya sendiri, seakan-akan dia terus menemani dia tanpa ia minta. Dari situlah muncul keinginan untuk membuat teman "bayangan".