Itu semua benar, namun juga bisa salah. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Tergantung kacamata apa yang kita gunakan.
Republik Indonesia, disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 207 juta jiwa, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.
Paragraf diatas adalah definisi singkat tentang Indonesia yang tertera di situs terkenal, Wikipedia.
Lalu, apa hubungannya dengan dengan judul tulisan ini? Oh maaf, saya iseng aja nambahin itu biar keliatan panjang :D .
Oke ini serius...
Indonesia juga terkenal dengan kasus korupsinya. Kasus "pencurian kelas kakap" ini memang sering menjadi trending topic di media Indonesia. Korupsi yang dilakukan para pejabat negara maupun daerah sering memenuhi Top News.
Media juga memberitakan kasus korupsi, besar ataupun kecil tidak terlalu jadi masalah. Media memberitakan kasus korupsi dan memberikan beberapa informasi. Informasi tersebut seperti jumlah uang, tokoh-tokoh dibalik kegiatan korupsi tersebut dan biasanya berlarut-larut.
Korupsi atau rasuah (bahasa latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak - Wikipedia
Informasi yang media berikan selalu cenderung sama, hanya mungkin berbeda di koruptornya atau jumlah uang yang dikorupsi. Media hanya memberitakan hal yang sekiranya tidak terlalu memberikan pengetahuan terhadap masyarakat. Masyarakat tidak akan bertambah pengetahuannya kalau yang diinformasikan itu hal biasa seperti si koruptor maupun jumlah uangnya, meski bukan berarti disini saya mengabaikan keduanya.
Saya berharap... Sangat berharap... Media mampu memberikan informasi yang sebenarnya sampai saat ini kita tidak pernah tahu. Informasi yang mungkin jika dilontarkan pertanyaannya akan membuat kita semua berpikir keras.
Ada satu pertanyaan yang ingin sekali saya lontarkan kepada mereka (koruptor). Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin akan sulit mereka jawab. Pertanyaan yang mungkin akan membuat mereka tersipu malu dan tidak mampu menjawabnya.
Pertanyaannya adalah...
"Mengapa Anda korupsi?"
Itu pertanyaan yang sepertinya mudah, namun sesungguhnya sulit. Itu seperti ketika Anda meninggalkan sebuah ibadah karena sesuatu yang sesungguhnya tidak penting, lalu seseorang melontarkan pertanyaan yang kurang lebih sama. Saya rasa Anda akan bingung menjawabnya, malu, termasuk saya sendiri pasti bingung menjawabnya :P
Dan terakhir...
Saya ingin meminta tolong....
Siapapun... Media atau perorangan...
Saya nitip pertanyaan itu yaa... Hehehe :P
* tulisan ini saya buat atas dasar pemikiran pribadi.
* tulisan ini sangat jauh dari kata sempurna sehingga saya sangat menerima kritik dan saran yang membangun demi mampu menciptakan tulisan yang bermanfaat kedepannya.