Sabtu, 27 Juni 2015

Pertanyaan Yang Belum Pernah Ditanyakan

Indonesia, negara yang (katanya) besar. Negara yang (katanya) makmur. Negara yang (katanya) kaya raya.

Itu semua benar, namun juga bisa salah. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Tergantung kacamata apa yang kita gunakan.



Republik Indonesia, disingkat RI atau Indonesia, adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau, nama alternatif yang biasa dipakai adalah Nusantara. Dengan populasi lebih dari 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dengan lebih dari 207 juta jiwa, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung.

Paragraf diatas adalah definisi singkat tentang Indonesia yang tertera di situs terkenal, Wikipedia. 


Lalu, apa hubungannya dengan dengan judul tulisan ini? Oh maaf, saya iseng aja nambahin itu biar keliatan panjang :D .


Oke ini serius...


Indonesia juga terkenal dengan kasus korupsinya. Kasus "pencurian kelas kakap" ini memang sering menjadi trending topic di media Indonesia. Korupsi yang dilakukan para pejabat negara maupun daerah sering memenuhi Top News.


Korupsi atau rasuah (bahasa latincorruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak - Wikipedia 
 Media juga memberitakan kasus korupsi, besar ataupun kecil tidak terlalu jadi masalah. Media  memberitakan kasus korupsi dan memberikan beberapa informasi. Informasi tersebut seperti jumlah uang, tokoh-tokoh dibalik kegiatan korupsi tersebut dan biasanya berlarut-larut.

Informasi yang media berikan selalu cenderung sama, hanya mungkin berbeda di koruptornya atau jumlah uang yang dikorupsi. Media hanya memberitakan hal yang sekiranya tidak terlalu memberikan pengetahuan terhadap masyarakat. Masyarakat tidak akan bertambah pengetahuannya kalau yang diinformasikan itu hal biasa seperti si koruptor maupun jumlah uangnya, meski bukan berarti disini saya mengabaikan keduanya.


Saya berharap... Sangat berharap... Media mampu memberikan informasi yang sebenarnya sampai saat ini kita tidak pernah tahu. Informasi yang mungkin jika dilontarkan pertanyaannya akan membuat kita semua berpikir keras.


Ada satu pertanyaan yang ingin sekali saya lontarkan kepada mereka (koruptor). Sebuah pertanyaan sederhana yang mungkin akan sulit mereka jawab. Pertanyaan yang mungkin akan membuat mereka tersipu malu dan tidak mampu menjawabnya.


Pertanyaannya adalah...



"Mengapa Anda korupsi?"

Itu pertanyaan yang sepertinya mudah, namun sesungguhnya sulit. Itu seperti ketika Anda meninggalkan sebuah ibadah karena sesuatu yang sesungguhnya tidak penting, lalu seseorang melontarkan pertanyaan yang kurang lebih sama. Saya rasa Anda akan bingung menjawabnya, malu, termasuk saya sendiri pasti bingung menjawabnya :P

Dan terakhir...

Saya ingin meminta tolong....

Siapapun... Media atau perorangan... 

Saya nitip pertanyaan itu yaa... Hehehe :P


* tulisan ini saya buat atas dasar pemikiran pribadi. 
* tulisan ini sangat jauh dari kata sempurna sehingga saya sangat menerima kritik dan saran yang membangun demi mampu menciptakan tulisan yang bermanfaat kedepannya.

Sabtu, 04 April 2015

Ngekost Di Konoha

Oke... Gue mulai nulis lagi...

Udah liat judulnya kan? Gue juga kepikiran judul itu berminggu-minggu dan baru bisa nulis sekarang. Gue coba tulis apa yang ada dipikiran gue.

Gue seorang mahasiswa. Saat tulisan ini ditulis, gue baru semester 2. Gue kuliah di Universitas Negeri Jakarta, jurusan Pendidikan IPS/Fakultas Ilmu Sosial. Ya emang sih jurusan gue tergolong jurusan yang baru karena belum ada 10 angkatan disini.

Gue juga sering ditanya sama tetangga, temen sekolah dulu atau siapapunlah. Dan gue ga bisa jawab cuma IPS, karena pasti orang-orang bakal bingung. So, tetep harus Pendidikan IPS. Jadi guru dong? Bisa jadi.

Lah? Terus hubungannya sama judul tulisan ini apa? Wait and see... *tsaaaaah*

Minggu, 04 Januari 2015

Ketika Aku Tidak Bisa Secerewet Dulu

Suatu pagi aku terbangun. Terbangun karena sebuah mimpi yang tak mengenakkan. Mimpi dimana aku melihat kamu sudah bersama orang lain. Iya, dia adalah pacar barumu. Mimpi itu akan menjadi pedang tajam yang amat menusuk hati ini bila itu menjadi sebuah fakta. Sebuah fakta yang tidak dapat dilawan, dibantah apalagi diterima. Aku tak bisa membayangkan hal itu terjadi. Ntah jadi apa aku nanti.

Mimpi seperti itu memang sering kali terjadi, terlebih ketika aku merasa orang yang aku sayang mulai menjauh. Mulai menjadi seseorang yang tidak seakrab dulu. Merasakan (sedikit) diabaikan. Salah satunya mungkin karena sebuah pernyataan cinta. Sebuah pernyataan hati yang bisa saja jujur, bisa juga tidak tergantung dari yang mengucapkannya. Sebuah pernyataan cinta yang umumnya dibarengi dengan ajakan menjalin hubungan khusus. Pacaran, tunangan atau pernikahan. Ya, rasanya kurang bila menyatakan cinta hanya sekedar menyatakan.

Jujur saja, diabaikan itu tidak nyaman rasanya. Diabaikan ketika mengharap sebuah kabar sudah cukup merusak suasana. Resah dan khawatir. Bukan apa-apa, nyatanya seperti itu adanya. Sebuah balasan yang jujur sudah cukup menenangkan. Ketenangan itu bahkan tidak bisa ditandingi dengan narkoba sekalipun. Sebuah kabar dari orang yang kita sayang, jelas saja menjadi sebuah penenang hati.

Semua ini mulai aku rasakan ketika mulai paham bagaimana perasaan mereka yang aku abaikan. Sebelumnya, aku terkenal sebagai orang yang cuek sekalipun dengan pacar sendiri. Terlalu asik dengan hal-hal yang aku lakukan. Bermain, fotografi, Railfanning dan lain-lain. Tak heran bila aku tidak mampu menjalin hubungan pacaran dalam waktu yang lama. Hanya satu kali aku merasakan hubungan diatas 1 bulan, tepatnya 6 bulan. Sisanya? 3 minggu, 2 minggu, bahkan 1 minggu.

Sejak itu aku sadar. Aku mulai menghargai mereka yang masih (dan mau) perduli denganku. Mencoba selalu memberikan perhatian terbaik kepada setiap orang, dan tentu saja khususnya lawan jenis. Dan mungkin aku kini selalu menjadi pembalas terakhir meski hanya membalas "Okesip" atau yang lainnya. Sebuah perhatian memang tidak ternilai harganya dan hal itu yang dulu pernah aku sia-siakan.

Perhatian ekstra tentu saja selalu aku berikan kepada seseorang yang membuatku jatuh hati. Mengucapkan selamat pagi, mengingatkannya tentang sholat, selalu punya waktu untuk dia. Itu hanya beberapa contoh yang aku lakukan. Aku hanya berharap mendapatkan respon baik, bahkan bisa membuatnya jatuh hati. Aku memang bukan cowok yang punya wajah ganteng. Cuma jujur saja, aku juga sering jatuh hati kepada seseorang yang secara wajah memang tidak terlalu cantik, namun bersifat baik. Disaat itulah ketika kedua bola mata mulai dibutakan oleh hati. Tidak perduli fisik, selama dia mampu membuatmu menjadi seseorang yang lebih baik, perjuangkan.

Aku selalu cerewet. Resah dan khawatir bila dia yang aku hubungi tak kunjung membalas. Pergi tanpa kabar, dihubungi tak menjawab. Menakutkan. Terlebih aku juga cowok cemburuan. Melihat dia tertawa dengan cowok lain saja cukup membuat panas hati ini. Namun juga terkadang kecemburuanku ini, jujur saja berlebihan. Seakan-akan aku terlalu protektif. Jujur saja, cowok mana yang tidak iri bila ada orang lain yang membuatnya tertawa melebihi dirinya? I didn't mean to hurt you. I'm sorry that I made you cry. Oh, no. I didn't want to hurt you. I'm just a jealous guy - Jealous Guy by John Lennon.

Aku tidak akan melarang bila si cewek pergi untuk waktu lama, fokus dengan apa yang dia lakukan, ataupun yang lainnya selama dia mengatakannya terlebih dahulu. Paling tidak, rasa resah dan khawatir tidak muncul. Aku tidak keberatan bila kamu sedang ingin fokus dengan apa yang kamu lakukan. Bermain, nongkrong, atau belanja 3 haripun silahkan selama aku tahu apa yang kamu lakukan. Tidak pernah sekalipun aku akan melarang selama yang kamu lakukan tidaklah salah. Aku juga tidak mau menjadi seorang yang protektif. Aku hanya ingin sifatku ini dihargai.

Biasanya bila aku sangat jatuh hati padanya, diabaikan seperti apapun tidak akan menghalangi perhatianku. Meskipun hanya sekedar mengucapkan selamat pagi atau yang lainnya. Namun berbeda bila aku tidak terlalu tertarik dengannya. Aku akan pergi perlahan-lahan. Kembali ke kehidupan sendiriku. Menjadi seorang Introvert yang menghabiskan waktu sendirian, menyelesaikan masalah sendirian dan bicara sendirian. Sampai detik ini, aku masih merasakan ada sesuatu yang selalu mengajakku bicara padahal aku sedang sendiri. Aku mulai cuek dengan cewek itu. Aku tidak secerewet dulu. Sekalipun BBM-an, mungkin aku balas sesukanya. Aku tidak bisa secerewet dulu.

Perhatian, kebawelan dan tegur-sapaku hilang seketika. Semuanya bisa terjadi kala aku tidak lagi dianggap ada. Kamu, dia dan mereka yang sudah tidak menganggapku ada. Aku tidak masalah. Aku juga tidak ingin menjadi musuh. Aku slalu menawarkan diri bila orang itu butuh bantuan. Silahkan saja hubungi aku bila kamu ada masalah. Aku akan punya waktu untukmu. Dan jujur saja, memang diabaikan sungguh menyakitkan. Hal-hal kecil seperti itu sering kali merubahku. Dan mereka kembali meminta kecerewetanku, Ketika Aku Tidak Bisa Secerewet Dulu.

Sabtu, 03 Januari 2015

Dan Akhirnya Loading...

Siapa yang ga suka main game? Ga ada! Anak kecil, remaja bahkan orang tua juga banyak yang suka main game. Game online maupun game offline seakan bertanding mengumpulkan penggermarnya. Game konsol, PC, maupun di smartphone sedang gencar-gencarnya dimainkan orang-orang. Terkadang sampai lupa diri kalo lagi main game.

Game online yang cukup terkenal salah satunya adalah Point Blank. Ya game ini bergenre FPS mirip kayak Counter Strike. Bedanya, pastilah kalo mau punya senjata bagus kudu berduit (beneneran). Beli semacam Cash atau apalah itu namanya. Mau keliatan jago main PB? Beli aja charnya! Game ini males banget gue mainin karena banyak yang doyan ngecheat.

Ada lagi Gun Bound. Ntah anak kecil yang baru main game online tau tentang ini game apa engga-_- . Sebuah game (perang mungkin) yang menggunakan manchine atau semacam robot lalu nembakin lawannya. Ini game jadul, game online pertama gue. Meski ada beberapa cheatnya, namun ga separah kayak PB. Gue juga pernah coba yang versi internasionalnya. Fitur-fitur yang ada juga cukup banyak. Pokoknya ini game jadul abis tapi tetep seru dimainin.

Oke satu lagi game online lainnya yaitu Dota. Siapa yang ga kenal game ini? Bahkan temen gue, satu keluarga pada main Dota. Emak, Bapak, Adek, Abang, Sodara, Sepupu sering battle. Ga kebayang dirumah bisa ada piring pecah gara-gara kalah battle. Game strategi ini gue pernah coba mainin. Dan gue ga ngerti maininnya. Yang ada malah temen gue yang mainin haha. Gue ga bisa bicara banyak soal game ini karena gue sendiri ga ngerti game ini-_-

Yuk move on (ciiiieeeeeeee) ke game offlie.

Game offline banyak yang suka juga. Salah satu kelebihannya adalah lo bisa mainin game ini secara offline (iyalah). Gue bahas singkat aja disini, Ada banyak game offline, kayak Guitar Hero, Simcity dan lain-lain. Dan semua game online bermutasi menjadi game offline ketika lo membelinya yang bajakan. Sukur-sukur itu game kaga di kerjain sama developernya. Ada beberapa game yang sama developernya dibuat bug kalo game itu dibajak. Infonya cari sendiri. Paling ngakak sendiri nembak pelurunya berubah jadi ayam #eh.

Move on lagi... Kalo main game salah satu momen yang paling nyebelin adalah pas loading. Dimasa jahiliyah dulu, loading adalah titik hidup-mati game lo. Di loading itu, bisa aja game lo lanjut, atau ga gerak sama sekali alias digantung sama loading (kayak perasaaan aja digantung). Sekarang sih jarang ya game yg bermasalah pas loading. Paling game online karena internet yang lemot. Tetep aja, loading menjadi masa yang cukup mendebarkan jantung para gamers. 

Jadi sebenernya siapa sih yang menciptakan loading? Kenapa loading itu kudu ada? kenapa? KENAPA????

Itu adalah pertanyaan gue dari gue masih kecil. Ga ada yang pernah tau siapa yang nyiptain loading. Tapi karya nya tersebut selalu muncul di game! Ga cuma di game bahkan, Lo nyalain tv, suka ada loadingnya. Buka file suka ada loadingnya. "And it's Loading, Loading Everywhere". Atau jangan-jangan selama ini loading itu adalah bug? Wallahu'alam.

Mungkin kita teringat ketika dulu masih suka main Play Station 1, ketika loadingnya berasa lama lo langsung miringin itu PS padahal sebenernya lo tau itu ga ada efeknya. Atau mungkin sebelum lo play, itu CD game lo puter dan lansung lo tutup dan play. Ngaku aje deh! Haha! Atau mungkin lo suka niupin sensor di PSnya supaya ga eror pas baca CD nya, Dan mungkin lo lebih deg-degan nungguin tulisan Play Stationnya ilang ketimbang ketika lo dipanggil emak lo dengan nada yang keras.